Senin, 14 Januari 2013

Jangan Marah Dan Amarah Bumiku

Mentari pagi telah bersinar menepati janji
Didalam pagi tersembul kegelisan
Bilamana Bumi tak lagi dapat dipijak
Bilamana Laut tak dapat menampung air
Bilamana Gunung tak dapat berdiri tegak

panas tak terbantahkan
dingin tak terelakkan
hutan hutanku kini berganti gedung pencakar langit
derap suara langkah berganti deru mesin kendaraan
semuanya telah menjadi amarah dan marah

mungkinkah matahari marah
dan bumi memendam amarah
cuaca telah bermuka dua dan mengkhianati, mungkinkah
dingin angin bercampur aduk dengan polusi

apakah kini engkau benar benar sudah rusak
tolong jangan seperi itu
aku hanya mau menitipkan generasiku
dan aku berjanji akan selalu mengatakan
jagalah bumi ini nak, tanpa alasan dengan modern.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar